Kisah Islamnya Umar bin al-Khottob

27 11 2010

Cahaya Islam ketika menyentuh dada manusia yang merindukan hidayah bagaikan air hujan yang turun di tanah kering dan tandus yang telah bosan menipu setiap mata dengan fatamorgana kemunafikan dan dosa.
Ketika airnya membasahi dada-dada yang terdehidrasi kejahiliyahan, ketika itulah hidayah dirasa begitu menyejukan, merekahkan keimanan yang dulu kering dan layu di dalam jiwa yang melupa.

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Terlalu banyak cerita untuk dikisahkan, tentang mereka yang telah terlapangkan dadanya dari sempit dan kelamnya kejahiliyahan, Hijrah dari gelapnya kesyirikan menuju cahaya tauhid serta keimanan.
Hanya saja kisah-kisah tersebut selalu saja menarik dan indah untuk ditelusuri bulir demi bulir mutiara hikmahya, menjadi pelajaran bagi setiap mereka yang memiliki kejernihan jiwa.

Adalah Umar bin al-Khotob suatu hari mengalungkan pedang dengan geramnya mencari Rosulullah dan beberapa pengikutnya.
Kabar yang sampai ditelinganya bahwa Rosulullah berada disebuah rumah di dekat bukit Sofa bersama para sahabatnya yg tidak lebih dari 40 orang, yaitu mereka yang tidak ikut hijrah ke Habasyah, diantara mereka ada Ali bin Abi Tholib, Hamzah dan Abu Bakar.
Ditengah jalan Umar bertemu Nuaim bin Abdillah, seorang pria dari Bani Adiy yang menyembunyikan keislamannya.
Hendak kemana engkau wahai Uamar…? Tanya Nuaim,
Aku mencari Muhammad, Anak ingusan yang berani mengutak-atik urusan Bangsa Quraisy, menghina tuhannya, mentolol-tololkan sesepuhnya, aku akan membunuhnya!!! Jawab umar.
Sungguh kau telah tertipu oleh dirimu, Engkau kira Bani Manaf akan mendiamkanmu berkeliaran di jalan setelah kau membunuh Muhammad..?? tidakkah sebaiknya kau urusi saja urusan keluargamu..?? lanjut Nuaim.
Ada apa dengan keluargaku..?? Tanya Umar.
Ipar sekaligus anak pamanmu Said bin zaid dan adikmu Fatimah, Demi Allah mereka berdua telah masuk islam dan mengikuti ajaran agama Muhammad..!! jawab Nuaim.

Mengurungkan niatnya, umar kembali ke rumah untuk mencari adiknya.
Dirumah adiknya, ia dan suaminya bersama Khobbab bin al-Arott yang memegang lembaran al-Qur`an dari surat Toha, yang ia bacakan kepada Fatimah.
Ketika Umar mendekati rumah adiknya, mereka mendengar suara langkahnya, maka bersembunyilah Khobbab, sedangkan fatimah tetap ditempatnya memeggang lembaran Al-Qur`an yang tadi.
Suara apa tadi yang aku dengar..??bentak umar ketika masuk kedalam rumah adiknya.
Kau tidak mendengar apa-apa…!!! Jawab mereka berdua.
Benar nyatanya, Demi Allah! Aku telah mendengar bahwa kalian berdua telah mengikuti agama Muhammad..!!
“…praaak….” Umar memukul Said.
Fatimah segera berdiri untuk menghalangi suaminya dari Umar.
…praaaak…” tamparan umar mendarat juga di wajah adiknya hingga ia berdarah.
“Baiklah..!!! benar kami telah memeluk islam dan beriman kepada Allah dan rosul-Nya….silahkan lakukan apa yang ingin engkau lakukan kepada kami…!!! Tantang fatimah dan suaminya.
Namun karena fitrahnya, Umar mendapati hatinya menyesal dengan apa yang ia lakukan terhadap adiknya.
“berikan aku lembaran yang kalian baca tadi…!!” pinta umar kepada adiknya.
“aku ingin tahu apa sebenarnya yang di bawa oleh Muhammad” lanjutnya.
Umar adalah seorang penulis, dan seperti layaknya penulis ia dapat mengetahui kulitas sebuah tulisan dari isinya.
Ketika mendengar permintaa Umar tersebut, Adiknya tetap tidak mau memberikan lembaran tersebut, Umar pun bersumpah dan berjanji untuk mengembalikannya setela ia membacanya.
Fatimah merasa ini adalah sebuah kesempatan islamya Umar, ia berkata: “saudarku sesungguhnya engkau itu najis akibat kesyirikanmu sedangkan Al-Qu`an tidak boleh dipegang kecuali orang yang telah bersuci”.
Umar pun berdiri kemudian pergi mandi dan bersuci.
Setelah itu diberikanlah lembaran tersebut kepada Umar, ia membacanya, surat Toha yang dibacanya.
Setelah ia membacanya di dalam hati ia berkata: “betapa indah dan mulianya kalimat-kalimat ini”
Mendengar perkataan tersebut sontak Al-Khobbab keluar dari sembunyinya kemudian berkata: “Demi Allah..wahai Umar, sungguh aku sangat berharap agar Allah menkhususkanmu dengan Dakwah Nabi-Nya… sungguh kemarin aku mendengar Nabi berdoa : “Ya Allah kokohkanlah islam dengan Abul Hakam atau Umar bin al-Khottob…”..”
“tujukan aku di mana Muhammad wahai Khobbab..!!” sahut umar ketika mendengar berita tersebut.
“beliau ada di sebuah rumah dekat shofa bersama beberap orang shabatnya” jawabnya.

Diambilnya pedangnya kemudian disimpangkannya, ia bergegas menuju tempat Rosulullah berada.
Sesampai disana diketuknya pintu keras-keras, berdirilah seorang sahabat untuk melihat dari sela-sela lubang pntu siapakah yang berada dibaliknya, terlihatlah seorang Umar dengan sebilah pedang yang diselendangnya.
Dengan ketakutan ia berkata: “wahai Rosul…itu adalah umar bersama pedangnya..!!!”
“ijinkan ia masuk…!!! Jika ia menginginkan kebaikan, kita akan berikan, dan jika menginginkan keburukan, kita bunuh ia dengan pedangnya sendiri…!!!” sela Hamzah dengan gagah berani.
“ijinkan ia masuk” jawab Rosulullah.

Masuklah Umar kedalam rumah, dan Rosulullah menemuinya di sebuah kamar, ia pegang ujung jubah umar keras-keras dan berkata: “apa yang membawamu sampai kesini wahai Ibnu al-Khotob..???..aku melihat engkau tidak akan berhenti sampai Allah menimpahkan kepadamu sesuatu/petaka yang besar..!!!”
Umar berkata: “wahai Rosulullah…aku datang kepadamu untuk beriman kepada Allah dan rosul-Nya…”
“Allahu Akbar..!!!!” takbir Rosulullah menggemai seisi rumah, menandai islamnya Umar……

Setelah hari itu, tidaklah Rosulullah keluar di jalan-jalan makkah kecuali ada Umar menamenginya.
Dan dialah Umar yang berkata : “Engkau lebih aku cintai wahai Rosul, dari apapun bahkan dari diriku sendiri”.

Banyak sekali orang-orang yang dahulunya menjadi duri bagi islam dan kini menjadi muslim sejati dan sangat baik keislamannya.

Kholid bin Walid, satu-satunya panglima Jahiliyyah yang mengalahkan pasukan islam ketika perang Uhud, ia masuk islam dan menjadi panglima besar dalam islam semenjak kepemimpinan Rosul sampai Umar, yang telah mempersembahkan futuhat kepada umat.

Iklan




bismillahhirrahmannirrahim

25 11 2010

bismillahhirrahmannirrahim,

semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua. amin